Senaru Traditional Village (Kampung Adat Senaru) merupakan pemukiman tertua suku Sasak yang terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berada tepat di titik awal pendakian menuju kawah Senaru, desa ini menyajikan jendela otentik ke kehidupan masa lampau masyarakat gunung di Lombok.
Daya Tarik Desa Adat Senaru
Daya tarik utama perkampungan ini adalah arsitektur bangunannya yang sangat unik dan sama sekali tidak berubah selama berabad-abad. Rumah-rumah warga dibangun menggunakan tiang kayu kokoh, dinding anyaman bambu (bedek), serta atap jerami dari daun ilalang kering yang dipadukan dengan lantai tanah yang dipadatkan.
Warga adat setempat masih memegang teguh filosofi hidup yang selaras dengan alam serta mempraktikkan adat istiadat Islam Sasak Wetu Telu yang kaya akan upacara spiritual dan rasa hormat yang mendalam kepada Gunung Rinjani sebagai sumber kehidupan.
Pengunjung dapat berjalan santai di antara lorong-lorong batu alami desa, berbincang dengan para tetua adat yang ramah, serta melihat para wanita menenun kain khas tradisional dengan alat tenun gendong manual.
Retribusi & Tiket Kunjungan
- Donasi Masuk Desa Adat Sukarela (Saran: Rp 10.000 - Rp 20.000)
- Pemandu Adat Lokal (Opsional) Rp 30.000 – Rp 50.000 / grup
- Parkir Kendaraan Rp 5.000 / unit
Etika & Waktu Berkunjung
Kampung Adat Senaru dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 08.00 WITA hingga 18.00 WITA. Saat berkunjung, wisatawan diimbau mengenakan pakaian yang sopan (menutup bahu dan lutut), selalu meminta izin sebelum mengambil foto warga lansia, serta menjaga ketenangan suasana desa.